Genetik Reptil : dasar-dasar genetik , hukum-hukum genetika dan istilah-istilah yang biasa di gunakan



Hallo, Bagaimana kabarnya para reptilers semua ?? saya harap semuanya dalam keadaan baik dan sehat-sehat saja

Sebelumnya saya ucapkan Selamat datang di blog hobi reptil.

Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba membahas masalah genetika - genetika dasar yang ada pada reptil , istilah-istilah apa saja yang biasa di gunakan oleh para penghobies reptil dalam merujuk hal-hal yang berkaitan dengan genetic reptil , dan bagaimana hukum-hukum terkait masalah genetika-genetika tersebut

Karena banyak nya keluhan yg mengatakan bahwa belajar genetic ini susah , ribet , rumit ,dan sulit untuk dimengerti, maka saya akan mencoba membahas persoalan genetika ini dengan cara sesederhana mungkin dan saya akan memberikan contoh-contoh kasus agar proses belajar ini bisa lebih mudah di pahami dan di mengerti oleh para pemula seperti saya ini.

Seperti di ketahui , genetika mempunyai peran penting yang wajib di ketahui oleh para penghobies reptil yang ingin mencoba untuk melakukan breeding hewan-hewan kesayangan nya. mungkin diantara pemula hobies reptil ada yang bertanya..sepenting apakah pengetahauan genetic ini ?? apa kaitan nya genetika dalam breeding reptil ?? dan pertanyaan-pertanyaan lainya mengenai genetik ini.

Selanjutnya saya ingin bertanya kepada para pembaca sekalian, pernahkah anda melihat ular albino ?? pernahkah anda melihat ular-ular atau kadal-kadal dengan warna dan motif yang terlihat begitu cantik dan unik ??.  pernahkah anda melihat pertunjukan seorang penari ular ?? kalau pernah, anda pasti tahu ,biasanya penari ular tersebut membawa ular python dari jenis reticulatus dengan motif dan warna coklat yg biasa-biasa saja ( dalam hal ini di sebut NORMAL ), sedangkan di lain kesempatan anda melihat seseorang memamerkan ular python reticulatus dengan warna kuning ( dalam hal ini di sebut ALBINO ). lalu anda mungkin bertanya, kenapa ular dengan jenis yang sama bisa mempunyai warna yang berbeda ?? bagaimana hal ini bisa terjadi ??

Nah jawaban dari pertanyaan tersebut adalah TAKDIR tuhan 😃..

Haah Takdir ?? yang serius dong mas cakep !!..
Iya saya serius..takdir lah yang menyebabkan ular-ular tersebut bisa memiliki warna-warna dan motif-motif yang berbeda satu sama lain.

Hubungannya dengan genetika yang mau dibahas apa donggg ??..
Nah takdir tuhan ini lah salah satunya yang menyangkut genetika, takdir tuhan pulalah yang memberikan ilmu tentang genetika kepada orang yang mau belajar dan menerapkan nya dalam proses breeding ular, sehingga indukan ular normal Het albino jika di kawinkan dengan sesama Het albino, maka anakan yang dihasilkan juga bisa keluar Albino. Semisal nih breeder ( sebutan untuk orang yang melakukan perkembang biakan hewan ) tidak paham masalah genetika, lalu dia ingin menghasilkan anakan albino dari ular-ular normal tanpa gen albino, maka bisa di pastikan sampai samudra mengering pun ( cieee..tsaaahh ) dia tidak akan bisa menghasilkan anakan ular albino dari indukan-indukan yang dia punyai.

sekarang para pembaca yang budiman, sudah kah anda menyadari penting nya ilmu genetika ini??  kalau belum, saya saran kan anda untuk membaca lagi tulisan diatas dengan lebih tenang,rilexx dan sedikit di iringi lagu kesukaan masing-masing. Akan tetapi,jika anda sudah sadar pentingnya ilmu genetika ini dan anda masih ingin belajar, maka silahkan lanjut kan perjuangan anda dalam membaca tulisan ini. kita akan berjuang bersama - sama !!!

Sifat genetika suatu hewan di turunkan oleh kedua indukannya. sifat gen ini terdapat pada sell sperma indukan jantan dan sel telur indukan betina. ketika sel sperma berhasil membuahi sel telur maka sifat gen ini akan bercampur pada embrio yang nanti akan berkembang menjadi suatu individu yang baru dengan sifat campuran gen ke dua indukan nya.



Sifat genetik pada suatu organisme tercetak pada  dioxyribonucleic acid atau biasa di singkat DNA. di dalam DNA inilah sifat gen tersimpan. dan DNA ini pula lah yang menyusun suatu rantai kromosom. Kromosom ini terdapat pada inti sel dan tubuh sel dengan bentuk yang berpasangan.setiap species hewan bisa memiliki jumlah kromosom yang berbeda-beda. seperti jumlah kromosom manusia dan sapi itu berbeda, begitu pula jumalah kromosom manusia dengan buaya itu juga berbeda ( gak tau lagi kalau manusia buaya 😄 ).

Di dalam ilmu genetika ada istilah Phenotype dan  Genotype. istilah genotype adalah merujuk kepada sifat gen yang nampak pada tubuh individu, Sedangkan istilah phenotype adalah sifat gen yang tidak nampak pada tubuh tapi bisa memberikan pengaruh terhadap sifat tubuh. contoh disini adalah semisal gen warna mata.pada dua hewan dengan  species yang sama terkadang memiliki warna mata berbeda semisal warna biru dan kuning, maka warna biru dan kuning itu di sebut sifat genotype karena bisa Terlihat oleh mata manusia. sedangkan gen yang menyebabkan dua hewan yang masih satu species bisa mempunyai dua  warna mata yang berbeda itu disebut phenotype. sifat dari phenotype ini Tidak Terlihat hal ini lah yang menyebabkan dua hewan dengan species yang sama bisa memiliki warna mata yang berbeda. variasi-variasi gen yang menyebabkan beraneka ragam warna mata tadi itulah yang biasa disebut Allele.

Seperti kita ketahui sebelumnya bahwa setiap kromoson adalah berpasangan maka begitu pula juga dengan DNA penyusun nya juga berpasangan. jika didalam kromosom, DNA / Allele nya berpasangan dengan sifat yang sama maka sifat gen nya bisa disebut Homozygous ( mengandung kata homo yang berarti sama ). sedangkan jika dalam kromosom, DNA / Allele nya berpasangan dengan sifat yang berbeda maka sifat gen nya biasa disebut Heterozygous ( hetero artinya bermacam-macam ). sebelumnya harap dipahami dulu masalah homozygous dan heterozygous ini, karena nantinya di perlukan dalam pemahaman masalah mutasi genetik atau biasa di sebut Morp.

Setelah kita memahami masalah phenotype , genotype , homozygous dan heterozygous. Selanjutnya kita akan melanjutkan masalah mutasi genetik atau di sebut Morp. Mutasi genetik adalah perubahan pada susunan rangkaian dna pada kromosom. perubahan susunan ini mengakibatkan perubahan juga pada sifat yang seharusnya dimiliki suatu gen. mutasi gen ini bermacam-macam bentuknya ada mutasi yang terjadi terhadap warna kulit, bentuk tubuh, warna mata, sistem kerja organ tubuh,dan lain-lain sebagainya. mutasi gen ini sifatnya ada yang menguntungkan ada juga yang merugikan individu yang mengalami mutasi. mutasi-mutasi yang terjadi pada warna dan motif reptil ini lah yang biasa disebut Morp. karena mutasi ini menyangkut kromosom yg berasal dari sel sperma dan sel telur induk,maka seharusnya sifat nya juga akan di Wariskan ke anakan nya. sedangkan jika mutasi ini terjadi di kromosom sel tubuh maka yang terjadi adalah terbentuknya sel kanker.

Morp sendiri mempunyai sifat-sifat yang harus di pahami yaitu Dominant, incomplete dominan / CoDom dan resesif.

  • Dominant adalah morp yang sifatnya langsung muncul ke anak nya. sifat dari morp ini adalah homozygous. jadi ketika kita mengawinkan indukan yang memiliki morp dominant dengan indukan normal ( selanjutnya untuk menghindari kerancuan kata-kata,saya akan mengganti  penyebutan Normal form dengan Wild type dan saya singkat WT ) maka anakan yang muncul pun beberapa morp dominat.  jumlah anakan yang diturunkan ini menurut hukum mendel adalah 50% dominant : 50% WT. kita ambil contoh kasus di ular ball python atau biasa di sebut BP. di BP ada morp bernama spider yg sifatnya adalah dominant.jika kita mengawinkan BP spider x BP WT maka anakan yang keluar 50% BP spider : 50%BP WT
  • Incomplete dominant / CoDom adalah morp yang sifatnya langsung turun ke anak nya akan tetapi sifat dari morp ini adalah heterozygous. jadi ketika kita mengawinkan indukan morp codom dengan indukan WT maka anakan yang dihasilkan 50% codom : 50% WT ( hukum mendel ) dengan catatan anakan codom tadi memiliki sifat heterozygous. ketika kita menginginkan anakan yang homozygous maka kita harus mengawinkan codom dengan codom. contoh kasus disini adalah BP yellow belly, yang mana yellow belly ini merupakan nama morp yang bersifat codom.  jika kita akan mengawinkan BP yellow belly x BP WT maka anakan yang muncul 50% BP yellow belly : 50% BP WT.  akan tetapi jika kita mengawinkan BP yellow belly x BP yellow belly maka anak yang muncul adalah 25%BP WT : 50% BP yellow belly : 25% BP ivory. dari sini kita bisa melihat munculnya anakan BP Ivory merupakan bentuk Homozygous dari morp yellow belly yang notabene nya bersifat Codom.






  • Resesif adalah morp yang sifatnya akan menghasilkan anakan yang sama dengan indukan nya jika hanya mengawinkan dua indukan yang memiliki sifat resesif yang sama. morp resesif ini jika di kawinkan dengan morp lain yang beda maka sifat gen seluruh anakan nya akan menjadi heterozygous resesif. kita langsung ambil contoh pada kasus BP albino yang disini morp albino sifatnya merupakan resesif. ketika kita mengawinkan BP albino x BP WT maka anakan nya yang muncul adalah 100% normal Heterozygous albino atau biasa disebut normal Het Albino. disini bisa kita lihat anakan yang muncul 100% adalah normal / Wild type. Hal ini  terjadi karena indukan yang di kawinkan salah satunya berasal dari indukan wild type yang tidak memiliki gen albino. Karena sifat gen anakan yang dihasilkan dari BP albino x BP WT tadi bersifat Heterozygous resesif, dan jika anda  menginginkan kembali menjadi homozygouz, maka harus di kawinkan dengan sesama pemilik gen resesif. dalam contoh kasus ini semisal kita akan mengawinkan dua ular dan kita ingin anakan yang keluar nanti bisa langsung muncul anakan albino, maka disini kita harus mengawinkan dua indukan yang membawa gen het albino atau berjenis albino itu sendiri. perhitungan nya menurut hukum mendel adalah BP wildtype het Albino x BP wildtype het albino maka anakan yang dihasilkan 25% BP Wildtype : 50% BP Wildtype Het albino : 25% BP albino. jika kita mengawinkan BP wildtype het albino x BP albino maka anakan yang dihasilkan 50%BP wildtype het albino : 50% albino. jika kita mengawinkan BP albino x BP albino maka anakan yang dihasilkan kan adalah  100% albino.



Sampai disini bagaimana keadaan pembaca sekalian?? sudah paham kah masalah morp dan sifatnya?? atau malah migrain kambuh karena berusaha mencerna tulisan saya ?? atau jangan-jangan malah para pembaca ada yang sudah kabur duluan karena njlimet nya tulisan saya ?? 😄

intinya para pembaca sekalian tidak perlu menghafal seluruh nya apa yang saya tulis. cukup pahami saja sifat dari morp itu sendiri yaitu Dominant, CoDom dan resesif. setelah paham maka cobalah untuk mengingat morp apa saja yang masuk kategori Dominat, CoDom dan resesif.
Saya punya sebuah saran agar kita mudah dalam menghafal kategori morp itu sendiri. saran saya sering-sering lah memegang reptil morp itu sendiri, caranya bisa berkunjung ke teman yang mempunyai reptil morp, atau berkunjung ke petshop yang menjual reptil morp, atau lebih bagus lagi jika kita langsung mau membeli nya dan menaruh nya di kandang display atau terarium sehingga kita bisa setiap saat melihat dan mengamati nya sepuas hati 😀

fiuuuhhh..😡. Masih ada beberapa hal yang saya rasa masih perlu harus dibahas disini. Ada beberapa mutasi yang sifatnya adalah Random Mutasi. apakah random mutasi itu???  random mutasi adalah mutasi yang sifat pewarisanya terjadi secara acak dan tidak berpola. disini yang dimaksud acak dan tidak berpola adalah muatsi gen akan diwariskan ke anakan secara acak, bisa langsung ke anakan F1, bisa ke anakan F2, anakan F3 dan setrusnya. tidak ada yang tahu anakan keberapa yang akan mewarisi sifat mutasi tersebut. sifat random mutasi ini juga tidak terlihat atau bisa disebut sifat gen nya genotype, dan kebanyakan random mutasi ini terjadi ketika hewan tersebut bertambah umur, jadi bisa saja ketika baby hewan tersebut terlihat normal dan ketika remaja atau dewasa terjadi mutasi yang unik ini.
Salah satu contoh dari random mutasi ini adalah Morp paradox pada boa atau pada leopard gecko. sering terjadi kasus ketika boa atau leopard gecko masih baby tidak ada tanda-tanda hewan tersebut memiliki gen paradox, akan tetapi seiring bertambah nya umur pada hewan tersebut, motif paradox itu akan muncul pada boa atau leopard gecko tersebut. dan tentunya munculnya motif paradox ini menambah keunikan yang dimiliki hewan itu sendiri.


Satu lagi yang harus saya bahas disini adalah masalah Poligenik. poligenik adalah sifat phenotype yang di kendalikan oleh lebih dari satu sifat allele ( variasi gen ). karena dikendalikan oleh lebih dari satu allele maka sifat allele tersebut akan ditambahkan ke allele berikutnya yg lebih dominan, karena sifatnya yang terus ditambahkan makan sifat dari allele tersebut akan semakin menguat. tanda-tanda terjadinya poligenik adalah dengan semakin menguat nya sifat gen yang di dimiliki suatu allele dominan tersebut.

Di reptil sendiri poligenik ini tercipta dengan cara proses selective breed yang ketat dari mengawinkan antara indukan-indukan yang memiliki sifat phenotype unggul sampai di peroleh kualitas anakan sesuai yang inginkan.tentunya sifat dari poligenik ini harus bisa diwariskan ke anakan-anakan nya dan hasilnya harus valid. contoh kasus ini adalah morp Hot gecko di leopard gecko. morp Hot gecko ini dihasilkan dari selective breed morp tangerine. dimana morp Hot gecko ini secara visual jauh terlihat lebih merah dari leopard gecko tangerine biasa. indukan dari Hot gecko ini jika di kawin kan dengan leopard gecko biasa akan menghasilkan anakan yang berwarna merah sama seperti indukan nya Hot gecko.

Dalam penciptaan morp poligenik hasil selective breed ini ada Hukum etika yang seharusnya di patuhi oleh semua penghobies reptil. dimana hukum etika ini mewajibkan para penghobies reptil untuk tetap melabel i morp poligenik sesuai dengan label yang di diberikan oleh breeder pertama pembuat morp poligenik ini. aturan ini berlaku untuk morp-morp poligenik yang memiliki visual sama dengan yang sudah ada.Contoh kasus di leopard gecko,morp Hot gecko pertama kali di produksi oleh Dan lubinsky pada tahun 2006. jika ada breeder lain yang memproduksi leopard gecko yang secara visual sama persis seperti Hot gecko maka tidak boleh melabeli dengan nama lain selain Hot gecko. breeder tersebut bisa saja melabel i gecko yang secara visual mirip Hot gecko dengan nama lainya semisal Morp "Darah perawan 😄" jika saja ada hal lain yang bisa membedakan dengan morp Hot gecko, dan tentunya perbedaan tadi harus bisa di wariskan ke anakan dan hasilnya valid.



Sebuah contoh lagi masih seputar morp poligenik di leopard gecko, ada morp poligenik yang disebut emerine, morp emerine ini cirinya memiliki warna hijau yang kuat pada tubuhnya. morp emerine ini di produksi pertama kali oleh Ron tremper pada tahun 2004. jika ada breeder yang memproduksi gecko dengan warna hijau yang kuat akan tetapi breeder tersebut tidak memiliki indukan yang berdarah / keturunan dari emerine Ron tremper, maka seharusnya breeder ini tidak boleh melabel i gecko anakan nya dengan label emerine.

saya rasa cukup sekian dulu ulasan yang bisa saya berikan mengenai masalah Genetika dasar pada reptil. semoga dengan ada nya ulasan ini bisa menambah wawasan kita bersama tentang seputar dunia reptil, dan khususnya bisa membuat para hobies reptil lebih memahami masalah genetika dan penerapaanya di dalam hal breeding reptil

Akhir kata, saya ucapakan terima kasih karena sudah sudi berkunjung dan membaca tulisan saya yang tidak berbobot ini.

Salam darah dingin 😎


Sumber :http://www.reptilesmagazine.com/A-Crash-Course-in-Reptile-Genetics/
               http://www.theurbangecko.com/introduction-reptile-genetics
               http://www.sridianti.com/pengertian-dan-contoh-sifat-poligenik.html

Komentar

Postingan Populer